Skip to main content

Rindu dan Pilihan


Terasa sesak di dada, meski sudah coba untuk kuabaikan. Nyatakan memang seberat itu. Kukira menahan itu mudah dan tidak butuh banyak effort. Tapi, semua itu tidak benar dan aku lebih suka untuk tidak menunjukkan rasa ini. Pikirku, dengan begitu aku tidak perlu mendahuluinya. 

Kukira, tenggalamku di barat akan segera terbit di timur. Nyatanya aku masih berada di tengah dan tak kunjung beranjak dari tempat semula.

Ayo, kuharap itu ajakan tulusmu. Melangkah maju untuk tujuan yang satu. Tak apa meski lama, asal kutahu kemana arahnya. Jika kini kamu masih meraba, kucoba untuk tetap sabar merasa meski lebih dari sekedar menata.

Kuyakinkan hati untuk menetapkan tatap pada suatu makna yang bertahap. Kucoba meletakkan hati pada kata yang belum tetap. Kucoba mempercayakan pilihan pada kamu yang belum berani menatap tetap.


Popular posts from this blog

Dulu, lalu dan kemudian

...... Masih tak menyangka, bahwa khayalanku tentangmu menjadi nyata. Seperti bermimpi, ketika kembali bisa melihat senyum dan mendengar tawa khasmu. Setiap saat, kapanpun aku rindu cukup ku tekan shortcut whatsapp- mu. Sesibuknya kamu, masih kau sempatkan untuk memberiku kabar. Meski tak selalu menjawab telponku, tapi begitu ku matikan sambungan; kuterima pesan pemberitahuanmu bahwa nanti kau akan kembali menelponku saat pekerjaanmu usai. Terima kasih, sebab ku tahu waktumu tidak begitu banyak untuk terus berkomunikasi denganku. Bahkan aku menyadari, sekalipun gawaimu sedang kau genggam semua itu selalu berhubungan dengan pekerjaanmu. Periode baru mulai terbuka, terpampang nyata di depan mata. Bagianku untuk melangkah, merenggut kisah yang lama terpisah. Semua tentang perjuangan waktu dalam mempertemukan kita. Lama dan sulit, pasti. Kehadiran orang lain sebelum kita bersama, mengukir kisah lain dalam perjalanan ~ Biar itu menjadi cerita yang disimpan dalam waktu yang terus melaju. LAL...

Memulai

Satu-satu menemukan, merangkai jalannya meski dengan cara berbeda. Mimpi dan harapan mungkin tak sama, tapi bahagia dengan pilihan itu lebih berarti. Aku memilih untuk memulai, meski baru, tapi ku putuskan untuk melangkah maju. Aku percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat, biar sedikit lebih lama tapi pasti akan tiba.