Terasa sesak di dada, meski sudah coba untuk kuabaikan. Nyatakan memang seberat itu. Kukira menahan itu mudah dan tidak butuh banyak effort. Tapi, semua itu tidak benar dan aku lebih suka untuk tidak menunjukkan rasa ini. Pikirku, dengan begitu aku tidak perlu mendahuluinya.
Kukira, tenggalamku di barat akan segera terbit di timur. Nyatanya aku masih berada di tengah dan tak kunjung beranjak dari tempat semula.
Ayo, kuharap itu ajakan tulusmu. Melangkah maju untuk tujuan yang satu. Tak apa meski lama, asal kutahu kemana arahnya. Jika kini kamu masih meraba, kucoba untuk tetap sabar merasa meski lebih dari sekedar menata.
Kuyakinkan hati untuk menetapkan tatap pada suatu makna yang bertahap. Kucoba meletakkan hati pada kata yang belum tetap. Kucoba mempercayakan pilihan pada kamu yang belum berani menatap tetap.