Satu-satu menemukan, merangkai jalannya meski dengan cara berbeda. Mimpi dan harapan mungkin tak sama, tapi bahagia dengan pilihan itu lebih berarti. Aku memilih untuk memulai, meski baru, tapi ku putuskan untuk melangkah maju. Aku percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat, biar sedikit lebih lama tapi pasti akan tiba.
...... Masih tak menyangka, bahwa khayalanku tentangmu menjadi nyata. Seperti bermimpi, ketika kembali bisa melihat senyum dan mendengar tawa khasmu. Setiap saat, kapanpun aku rindu cukup ku tekan shortcut whatsapp- mu. Sesibuknya kamu, masih kau sempatkan untuk memberiku kabar. Meski tak selalu menjawab telponku, tapi begitu ku matikan sambungan; kuterima pesan pemberitahuanmu bahwa nanti kau akan kembali menelponku saat pekerjaanmu usai. Terima kasih, sebab ku tahu waktumu tidak begitu banyak untuk terus berkomunikasi denganku. Bahkan aku menyadari, sekalipun gawaimu sedang kau genggam semua itu selalu berhubungan dengan pekerjaanmu. Periode baru mulai terbuka, terpampang nyata di depan mata. Bagianku untuk melangkah, merenggut kisah yang lama terpisah. Semua tentang perjuangan waktu dalam mempertemukan kita. Lama dan sulit, pasti. Kehadiran orang lain sebelum kita bersama, mengukir kisah lain dalam perjalanan ~ Biar itu menjadi cerita yang disimpan dalam waktu yang terus melaju. LAL...