Skip to main content

Menemukan

Siang ini, tak sengaja ku scroll media sosial, kutemukan sebuah artikel dan memutuskan untuk membacanya. "Menikah dengan orang yang salah, dan itu tak masalah?" Di dalamnya, ku temukan makna untuk menguatkan dalam bertahan, yaitu "cinta adalah keterampilan, bukan murni perasaan"

Faktanya sebagian besar orang tidak tahu bagaimana cara mencintai; ada sebuah istilah, 'witeng tresno jalaran soko kulino' yang mengibaratkan bahwa cinta dapat tumbuh karena terbiasa atau dibiasakan. Cinta dapat ditumbuhkan dan kita bisa belajar mencintai.

Tidak selamanya pernikahan mengikuti perasaan dan hati; karena jika iya, maka tak akan ada pernikahan yang bertahan lama. Namun, saat kita bisa mengembangkan keterampilan mencintai, akan ada momen toleransi dan kompromi serta kemampuan menerima.

_______ 

Seperti halnya aku yang sedang belajar mengembangkan toleransi dan kompromi agar bisa mencintai dengan menerima semua yang ada pada dirimu. Ternyataaaaa ....

Banyak orang yang bertanya tentang dirimu, seperti apa pribadimu, dan bagaimana rupamu. Bukannya aku menyimpan rapat tentangmu; namun aku percaya bahwa belum saatnya orang banyak tahu dan mulai mengeluarkan opininya. Bukan aku tak suka mendengar, tapi bagiku, aku yang lebih tahu hal terbaik.

Setelah pertemuan kita, belasan bulan berlalu tanpa pernah kembali bertatap, tak lagi ada pikiran dan perasaan yang terbesit tentangmu. Pernah sesekali kembali teringat senyum simpul dan suara tawamu. Ku putuskan untuk berdoa; bukan khusus untukmu, tapi untuk pendampingku kelak. Mungkin itu kamu.

Popular posts from this blog

Dulu, lalu dan kemudian

...... Masih tak menyangka, bahwa khayalanku tentangmu menjadi nyata. Seperti bermimpi, ketika kembali bisa melihat senyum dan mendengar tawa khasmu. Setiap saat, kapanpun aku rindu cukup ku tekan shortcut whatsapp- mu. Sesibuknya kamu, masih kau sempatkan untuk memberiku kabar. Meski tak selalu menjawab telponku, tapi begitu ku matikan sambungan; kuterima pesan pemberitahuanmu bahwa nanti kau akan kembali menelponku saat pekerjaanmu usai. Terima kasih, sebab ku tahu waktumu tidak begitu banyak untuk terus berkomunikasi denganku. Bahkan aku menyadari, sekalipun gawaimu sedang kau genggam semua itu selalu berhubungan dengan pekerjaanmu. Periode baru mulai terbuka, terpampang nyata di depan mata. Bagianku untuk melangkah, merenggut kisah yang lama terpisah. Semua tentang perjuangan waktu dalam mempertemukan kita. Lama dan sulit, pasti. Kehadiran orang lain sebelum kita bersama, mengukir kisah lain dalam perjalanan ~ Biar itu menjadi cerita yang disimpan dalam waktu yang terus melaju. LAL...

Memulai

Satu-satu menemukan, merangkai jalannya meski dengan cara berbeda. Mimpi dan harapan mungkin tak sama, tapi bahagia dengan pilihan itu lebih berarti. Aku memilih untuk memulai, meski baru, tapi ku putuskan untuk melangkah maju. Aku percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat, biar sedikit lebih lama tapi pasti akan tiba.